Kembali dengan percaya dirinya,
TruMedia kembali mengadakan pameran di IndoComTech
Jakarta Convention Center (JCC) dengan lebih dari selusin Kiosk untuk dipamerkan. Banyak amat? Tentu saja, 6 kiosk itu sendiripun disewa oleh
Dyandra, EO pameran tersebut, untuk menampilkan informasi pameran itu. Jam 10 pagi, tim kami sudah standby di JCC, dan segera menurunkan ke empat belas kiosk yang beratnya lebih dari berat standard manusia itu ke ruangan tempat TruMedia akan hadir.
Bermodal tampang, kami segera menghadap ke tim Dyandra untuk informasi lebih lengkap tentang tempat pameran, tempat stand, dan kesiapan stand kami. Hah? harusnya kan informasi itu sudah siap sebelum pameran? Bagaimana tidak!? General Manager kami sudah bolak balik menelepon Dyandra untuk berbagai informasi pameran, tentang ukuran stand, denah, barang masuk dan lain sebagainya dari jauh hari, tapi tidak ada respon yang memuaskan sampai hari H. Dan setibanya di sana, kami mendapati stand kami berada di selasar, antara dua ruangan besar, yang cukup terpencil, dan itupun baru diberi benang penanda. Belum ada tiang-tiang apapun, padahal stand-stand lain sudah berkibar tiang-tiangnya. Sangat membuat kami kaget.
Ok lanjut saja, yang penting kami segera menata kiosk-kiosk kami di tempat stand yang sudah ditandai tersebut, dengan berharap segera stand kami dipasangi tiang-tiangnya. sekitar jam 2, kami di konfirmasi untuk tempat-tempat diletakkannya Kiosk yang disewa Dyandra. Memang saya sudah diberi kontak person untuk pengurus listrik kiosk Dyandra. Namun ketika kami mengantarkan kiosk untuk mereka pakai, belum tersedia kontak listrik untuk menghidupkan kiosk tersebut. Setelah dikontak, orangnya pun tidak merespon dengan tanggap. Masih keliling-keliling dan lain sebagainya. Belum lagi memasang program untuk informasi mereka. Padahal itu harusnya merupakan bagian dari tugas mereka sendiri. Akhirnya kami memutuskan untuk menaruh dulu kiosk-kiosk tersebut di titik-titik yang disepakati.
Jujur, sebagai penyedia jasa kiosk, kami merasakan cemas sekali. Bagiamana tidak, di tempat dipasangnya kiosk tersebut, nyaris semua tidak ada kontak listrik, dan beberapa diantaranya di tempat yang masih amat sangat berantakan, berdebu dan sangat belum siap ditempati. Padahal hari sudah mendekati malam. Kami berharap segera ditindak lanjuti supaya tim kami bisa kembali ke Cikarang sebelum larut malam.
Ternyata hingga pukul 7 lebih, tetap saja listrik pada kiosk Dyandra belum terpasang. Benar-benar tidak ada orang yang mengurus, seolah-olah secara lepas, itu tanggung jawab kami. Padahal menurut kesepakatan, tanggung jawab kami sebagai penyewa hanya menyediakan kiosk tiba di tempatnya dan diletakkan ke posisinya. Serta menuntun mereka supaya bisa dioperasikan. Selebihnya itu harusnya tugas penyewa. Dan kami harus menunggu lamaaaa sampai listrik itu dipasang2,akhirnya pun tetap belum terpasang sampai malam. Bagaimana tidak mengecewakan, seolah-olah penyewaan kioks itupun diacuhkan, seperti barang yang diterlantarkan orang di tengah jalan, atau dibuang.
Satu lagi! Sampai jam 8 malam lebih, stand kami belum didirikan tiang, masih berupa lahan kosong, tanpa tiang-tiang sekat, dan tanpa kursi meja. Seolah-olah kami diperlakukan seperti vendor yang mengemis, dan minta dikasihani, diterlantarkan. Padahal kami MEMBAYAR! walaupun dengan barter. Sungguh tidak profesional! Jam 9 malam, barulah tiang-tiang kami diurus, dan berdiri tegak. Bayangkan! selama 3 jam lebih kami kerjanya hanya menunggu! MENUNGGU!!!!
Kalau cuma lapar mungkin masih teratasi, tapi lelahnya itu. kami mengangkut 14 kiosk dari pabrik, rata-rata berat tiap kiosk itu lebih dari 60KG. Dan kami mengangkutnya turun di JCC dan menatanya. Belum lagi mengangkut kiosk tersebut ke titik-titik yang Dyandra tunjuk. Walaupun ada alat-alat yang kami gunakan, namun dimana pengertian dari Tim Dyandra untuk kasus ini. Dan yang terakhir, setelah kiosk Dyandra terpasang, setelah stand kami selesai, kami tetap belum bisa pulang sampai tiba saatnya Dyandra mengeluarkan Check list untuk pengawasan barang. Dari janjinya checklist jam 9, diundur jadi jam 11 karena stand yang lain belum selesai, dan mereka tidak mau tanggung jawab barang sebelum checklist! Gila tidak!?!?!?!
Sungguh, bagi kami seluruh Tim merasakan, pameran kali ini adalah pameran Dyandra dengan manajemen terburuk! Gimana tidak kecewa. Stand kami sudah siap dari jam 6 sore, kami siap pulang untuk istirahat, persiapan pameran besok harinya. Namun kami tidak bisa pulang sampai jam 11!!!! hanya karena sistem mereka yang sangat buruk untuk checklist barang. Bukankah ada sistem lain yang jauh lebih baik dan tidak merugikan pihak manapun?
Beberapa waktu lalu, kami pun ikut sebagai peserta pameran IndoComIT dan Gaikindo, tidak seperti ini. Setelah stand kami beres, sorenya sudah bisa kami tinggalkan dengan aman. Dan kali ini..........................sampai tidak bisa ngomong.
Dan setelah komplain berkali-kali, sampai jam 11 malam, stand kami belum juga ter check list. Ternyata, stand kami terlewati dan teracuhkan, pasalnya adalah: "wah stand anda itu tidak jelas siapa yang sebagai PIC, jadi saya lewati tadi...".
Seandainya saya tidak membawa nama baik perusahaan ataupun orang tua saya, mungkin saya beserta teman-teman sudah melakukan tindak kekerasan. Saking capainya, kami tak kuat melakukan kekerasan hahaha...jadinya yang lunak-lunak saja. Pokoknya kami mau pulang. Dan setelah checklist, kamipun bisa pulang. jadi total kami menunggu 5 jam lebih, hanya untuk menunggu checklist dan pemasangan tiang.
Yah itulah...hidup...memang susah. Apalagi kita masih kecil, tidak dianggap orang. Malah kali dianggap pengemis. Bagaimanapun, atasan saya, yang untungnya tidak ada di tempat kejadian waktu itu, hanya memberi saran untuk tetap positif thinking. Sekali lagi lesson number 1 untuk bersabar dan positif thinking... Bagaimanapun kami juga berterima kasih untuk tempat pameran yang disediakan...ternyata, tempat itu sangat bagus, dan kami sangat suka. Ternyata banyak orang-orang yang berpotensi malah mampir ke tempat kami. Tempat yang tidak terlalu dingin seperti di sekeliling kami, sangat hangat, malah ada tempat peristirahatan, dan diawasi langsung oleh tim Dyandra hahaha...memang, bagaimana cara kita memandang, itu akan mempengaruhi hasilnya :)
Gilanya lagi, pulangnya di jalan, rekan kami, Hendra Jepang, membawa kami ke jalan yang salah, sehingga kami mutar-mutar melewati jalan-jalan yg banyak B*nci nya...buset! Itu pemandangan ajaib di jakarta, bagi saya yang jarang melihatnya. Yang pasti kami tiba di Cikarang dengan selamat, untungnya Hendra Jepang tidak tertidur saat membawa kami ber tiga di mobil.