Aurallion Blog

The dream of the living faith

Name: Stefan Aurell
Location: Cikarang, Bekasi, Indonesia

I have so many dreams, I have so many visions, and I have so many acts to achieve all of my dreams and visions.

Tuesday, November 27, 2007

This Day, November 27th 2007

Ya. tak disangka, waktu amat sangat cepat berlalu. Tepat hari ini aku berulang tahun ke 26. Siapa sangka aku sudah setua ini. Padahal aku sering merasa diriku masih seperti kanak-kanak, masih suka berimajinasi, masih suka bermain, bersenang-senang, dan merasa diriku lebih kecil dari orang lain. Hmm..perasaan ini sering sekali keluar waktu sekolah mengingat aku masuk sekolah lebih cepat dari yang lain. Dan biasanya umurku pasti di bawah anak-anak yang lain. Bahkan tak jarang aku terbilang paling muda di kelas. Tapi itu tak membuatku pesimis...

Dan kali ini, Aku genap berusia 26 tahun. Yang pasti aku berterima kasih pada Tuhan. Tak kusangka Ia menrencanakan aku sampai ke titik ini. Dengan segenap kemampuan, kondisi, situasi pekerjaan, keluarga, pasangan dan lain sebagainya, Dia telah memberikan aku yang terbaik. Dan sangat berterima kasih aku pada Tuhan. Terlebih juga buat ayah ibuku, yang sudah dengan sabar mendidik, membesarkan dan berjuang keras untuk daku dan adik-adikku. Tanpa kerja keras mereka, aku tidak tahu hari ini bakal menjadi apa. Dan jujur, aku sangat bangga pada orang tuaku, sebagaimana kelebihan dan kekurangan mereka apa adanya, mereka orang tua yang paling top bagiku. Padahal dulu waktu kecil, kadang aku iri dengan orang tua teman-temanku yang terlihat lebih baik. Tapi setelah semakin dewasa, aku tau, orang tuaku adalah orang tua terbaik bagiku. Sudah ubahnya merekalah yang benar-benar jadi panutanku. Sampai sering orang bilang, "wah kamu memang mirip ayahmu... udah kayak ibumu banget...".

26 tahun berlalu, tak disangka juga, Tuhan menambahkan berbagai karunia dan talenta dibalik bertumbuhanku. Jika kupikir-pikir, tak pernah terlintas di kepalaku bisa memainkan musik yang cukup baik diatas tuts-tuts keyboard, senar-senar gitar, dan tabuhan drum. Apalagi berpikir untuk bisa menggambar dan mendesain berbagai media. Juga membuat software-software yang bakal dipakai di berbagai tempat... Dan masih banyak sekali hal yang Tuhan sudah berikan. Sekali lagi, bukan karena kuat dan gagahku. Itu semua pemberian Tuhan, dan untuk itu aku berjuang untuk mengasahnya, sembari mengasah karakter dan kepribadianku jadi lebih baik.

Harpanku....apa ya? Tak ubahnya aku selalu ingin semakin dekat dengan Yang Kuasa, Tuhan. Dan semakin intim denganNya, supaya aku bisa dipakai terus olehNya, dan boleh menyenangkanNya. Kedua, aku ingin membahagiakan ayah ibuku, yang kepada mereka aku berutang sangat buanyak. Ketiga, aku ingin membahagiakan orang-orang yang aku cintai, kekasihku, keluargaku, sahabat-sahabatku. Dan terakhir, aku pun ingin membahagiakan orang-orang lain di sekitarku, kenal ataupun tidak kenal. Alhasil ujung-ujungnya ialah, ingin menjadi pribadi yang lebih baik untuk bisa membahagiakan orang lain. Supaya di penghujung nafas, hidup ini menjadi bermakna dan berarti, tidak sia-sia. Pasti banyak orang yang menginginkan itu. Namun tentunya amat sangat tidak gampang. Tapi prinsipku, menjadi emas itu harus ditempa ratusan kali dalam kondisi suhu yang panas. Tentu tantangannya berat, didikannya keras. Tapi yang penting TETAP SEMANGAT!!!

Di tahun yang baru, aku juga tidak mau muluk-muluk dengan hal-hal yang besar. Yang penting ialah bagaimana semangat ini terbina hari demi hari, tidak pudar sampai tahun depan, dan seterusnya. Begitu deh...

Bagi yang membaca, mohon bantuan doa nya, semoga di tahun saya yang baru, saya bisa menjadi pribadi lebih baik, jiwa, raga dan rohnya. Terima kasih semua... Tuhan memberkati

Thursday, November 22, 2007

Pameran Kiosk di IndoCommIT

Walupun lelah secara fisik maupun mental, ada juga yang menghargai usaha perjuangan pameran TruMedia. Setelah 2 bulan, baru saya mendengar desas desus pameran IndoCommIT.

"Secara fisik, dalam pameran IndoCommIT 2007 memang tidak terlihat bagaimana evolusi penampilan fisik komputer dari para pabrikan komputer terkemuka di dunia karena memang hanya Asus yang ikut sebagai peserta. Meski demikian, justru kita melihat ada produk unik yang ditampilkan Duta Laserindo Metal melalui komputer jangkung namun pipih. Model komputer yang diformat dengan teknologi layar datar dan sentuh (touch screen) itu tampak beda dan elegan dari PC pada umumnya. Dilihat dari bentuk dan spesifikasinya, komputer tersebut tidak ditujukan untuk personal dan mobile, tapi untuk perusahaan dan bersifat statis. Sangat cocok sebagai media iklan yang ditempatkan di area kerumunan seperti mal atau pasar." (Pikiran Rakyat)

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/092007/20/cakrawala/lainnya01.htm

Kiat Kerja menurut Amsal Salomo

Bagi anda yang belum memasuki dunia kerja, ini adalah pengetahuan yang perlu dipelajari. Bagi anda yang sudah mulai kerja, ini adalah rambu2 yang dapat menuntun anda menuju kesuksesan dimasa depan. Bagi anda yang sudah lama bekerja, sudah mengerti asam garam dunia kerja, Amsal ini dapat anda uji kebenarannya. Jika ia benar, biarlah Amsal ini akan semakin terukir didalam hati anda.

Pertama, andalkanlah Tuhan. Amsal 3:5-6 berkata, "percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Sertakan Tuhan didalam setiap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan dibangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Kedua, carilah pengetahuan, ilmu pengetahuan, cara2 bekerja yang benar dan efisien perlu kita cari. Amsal 19:2 berkata,"Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik: orang yang tergesa-gesa akan salah langkah." Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti. Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan."

Ketiga, rajin dan cekatanlah. Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan kenaikan gaji. Amsal 10:4 berkata,"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya," dan Amsal 14:23 berkata,"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

Keempat, berlakulah jujur dan benar. Amsal 16:8 berkata,"lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan," dan Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui." Renungkan Amsal 10:16,"Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."

Kelima, jaga mulut. Mengerjakan tugas2 adalah suatu pekerjaan yang berat. Jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Amsal 21:23 berkata, "Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran," dan Amsal 10:19 berkata,"Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."

Keenam, sabar dan tenang. Amsal 16:32 berkata,"orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota ," dan Amsal 14:30 menambahkan,"hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."

Ketujuh, jangan ingin cepat kaya. Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja.
Yang harus diperhatikan adalah:
1. Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama didalam hidup ini.
2. Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang2 kedalam perbuatan yang berdosa.
3. Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

Renungkanlah Amsal 10:22, "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya," dan Amsal 13:11,"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."


Jesus, You are the saviour of my soul
and forever and ever i'll give my praises to You

Thursday, November 15, 2007

Hari Pameran IndoComTech minus one

Kembali dengan percaya dirinya, TruMedia kembali mengadakan pameran di IndoComTech Jakarta Convention Center (JCC) dengan lebih dari selusin Kiosk untuk dipamerkan. Banyak amat? Tentu saja, 6 kiosk itu sendiripun disewa oleh Dyandra, EO pameran tersebut, untuk menampilkan informasi pameran itu. Jam 10 pagi, tim kami sudah standby di JCC, dan segera menurunkan ke empat belas kiosk yang beratnya lebih dari berat standard manusia itu ke ruangan tempat TruMedia akan hadir.

Bermodal tampang, kami segera menghadap ke tim Dyandra untuk informasi lebih lengkap tentang tempat pameran, tempat stand, dan kesiapan stand kami. Hah? harusnya kan informasi itu sudah siap sebelum pameran? Bagaimana tidak!? General Manager kami sudah bolak balik menelepon Dyandra untuk berbagai informasi pameran, tentang ukuran stand, denah, barang masuk dan lain sebagainya dari jauh hari, tapi tidak ada respon yang memuaskan sampai hari H. Dan setibanya di sana, kami mendapati stand kami berada di selasar, antara dua ruangan besar, yang cukup terpencil, dan itupun baru diberi benang penanda. Belum ada tiang-tiang apapun, padahal stand-stand lain sudah berkibar tiang-tiangnya. Sangat membuat kami kaget.

Ok lanjut saja, yang penting kami segera menata kiosk-kiosk kami di tempat stand yang sudah ditandai tersebut, dengan berharap segera stand kami dipasangi tiang-tiangnya. sekitar jam 2, kami di konfirmasi untuk tempat-tempat diletakkannya Kiosk yang disewa Dyandra. Memang saya sudah diberi kontak person untuk pengurus listrik kiosk Dyandra. Namun ketika kami mengantarkan kiosk untuk mereka pakai, belum tersedia kontak listrik untuk menghidupkan kiosk tersebut. Setelah dikontak, orangnya pun tidak merespon dengan tanggap. Masih keliling-keliling dan lain sebagainya. Belum lagi memasang program untuk informasi mereka. Padahal itu harusnya merupakan bagian dari tugas mereka sendiri. Akhirnya kami memutuskan untuk menaruh dulu kiosk-kiosk tersebut di titik-titik yang disepakati.

Jujur, sebagai penyedia jasa kiosk, kami merasakan cemas sekali. Bagiamana tidak, di tempat dipasangnya kiosk tersebut, nyaris semua tidak ada kontak listrik, dan beberapa diantaranya di tempat yang masih amat sangat berantakan, berdebu dan sangat belum siap ditempati. Padahal hari sudah mendekati malam. Kami berharap segera ditindak lanjuti supaya tim kami bisa kembali ke Cikarang sebelum larut malam.

Ternyata hingga pukul 7 lebih, tetap saja listrik pada kiosk Dyandra belum terpasang. Benar-benar tidak ada orang yang mengurus, seolah-olah secara lepas, itu tanggung jawab kami. Padahal menurut kesepakatan, tanggung jawab kami sebagai penyewa hanya menyediakan kiosk tiba di tempatnya dan diletakkan ke posisinya. Serta menuntun mereka supaya bisa dioperasikan. Selebihnya itu harusnya tugas penyewa. Dan kami harus menunggu lamaaaa sampai listrik itu dipasang2,akhirnya pun tetap belum terpasang sampai malam. Bagaimana tidak mengecewakan, seolah-olah penyewaan kioks itupun diacuhkan, seperti barang yang diterlantarkan orang di tengah jalan, atau dibuang.

Satu lagi! Sampai jam 8 malam lebih, stand kami belum didirikan tiang, masih berupa lahan kosong, tanpa tiang-tiang sekat, dan tanpa kursi meja. Seolah-olah kami diperlakukan seperti vendor yang mengemis, dan minta dikasihani, diterlantarkan. Padahal kami MEMBAYAR! walaupun dengan barter. Sungguh tidak profesional! Jam 9 malam, barulah tiang-tiang kami diurus, dan berdiri tegak. Bayangkan! selama 3 jam lebih kami kerjanya hanya menunggu! MENUNGGU!!!!

Kalau cuma lapar mungkin masih teratasi, tapi lelahnya itu. kami mengangkut 14 kiosk dari pabrik, rata-rata berat tiap kiosk itu lebih dari 60KG. Dan kami mengangkutnya turun di JCC dan menatanya. Belum lagi mengangkut kiosk tersebut ke titik-titik yang Dyandra tunjuk. Walaupun ada alat-alat yang kami gunakan, namun dimana pengertian dari Tim Dyandra untuk kasus ini. Dan yang terakhir, setelah kiosk Dyandra terpasang, setelah stand kami selesai, kami tetap belum bisa pulang sampai tiba saatnya Dyandra mengeluarkan Check list untuk pengawasan barang. Dari janjinya checklist jam 9, diundur jadi jam 11 karena stand yang lain belum selesai, dan mereka tidak mau tanggung jawab barang sebelum checklist! Gila tidak!?!?!?!

Sungguh, bagi kami seluruh Tim merasakan, pameran kali ini adalah pameran Dyandra dengan manajemen terburuk! Gimana tidak kecewa. Stand kami sudah siap dari jam 6 sore, kami siap pulang untuk istirahat, persiapan pameran besok harinya. Namun kami tidak bisa pulang sampai jam 11!!!! hanya karena sistem mereka yang sangat buruk untuk checklist barang. Bukankah ada sistem lain yang jauh lebih baik dan tidak merugikan pihak manapun?

Beberapa waktu lalu, kami pun ikut sebagai peserta pameran IndoComIT dan Gaikindo, tidak seperti ini. Setelah stand kami beres, sorenya sudah bisa kami tinggalkan dengan aman. Dan kali ini..........................sampai tidak bisa ngomong.

Dan setelah komplain berkali-kali, sampai jam 11 malam, stand kami belum juga ter check list. Ternyata, stand kami terlewati dan teracuhkan, pasalnya adalah: "wah stand anda itu tidak jelas siapa yang sebagai PIC, jadi saya lewati tadi...".

Seandainya saya tidak membawa nama baik perusahaan ataupun orang tua saya, mungkin saya beserta teman-teman sudah melakukan tindak kekerasan. Saking capainya, kami tak kuat melakukan kekerasan hahaha...jadinya yang lunak-lunak saja. Pokoknya kami mau pulang. Dan setelah checklist, kamipun bisa pulang. jadi total kami menunggu 5 jam lebih, hanya untuk menunggu checklist dan pemasangan tiang.

Yah itulah...hidup...memang susah. Apalagi kita masih kecil, tidak dianggap orang. Malah kali dianggap pengemis. Bagaimanapun, atasan saya, yang untungnya tidak ada di tempat kejadian waktu itu, hanya memberi saran untuk tetap positif thinking. Sekali lagi lesson number 1 untuk bersabar dan positif thinking... Bagaimanapun kami juga berterima kasih untuk tempat pameran yang disediakan...ternyata, tempat itu sangat bagus, dan kami sangat suka. Ternyata banyak orang-orang yang berpotensi malah mampir ke tempat kami. Tempat yang tidak terlalu dingin seperti di sekeliling kami, sangat hangat, malah ada tempat peristirahatan, dan diawasi langsung oleh tim Dyandra hahaha...memang, bagaimana cara kita memandang, itu akan mempengaruhi hasilnya :)

Gilanya lagi, pulangnya di jalan, rekan kami, Hendra Jepang, membawa kami ke jalan yang salah, sehingga kami mutar-mutar melewati jalan-jalan yg banyak B*nci nya...buset! Itu pemandangan ajaib di jakarta, bagi saya yang jarang melihatnya. Yang pasti kami tiba di Cikarang dengan selamat, untungnya Hendra Jepang tidak tertidur saat membawa kami ber tiga di mobil.

Monday, November 12, 2007

Mesin Bending Baru!!!

Sadis!!!! Pabrik yang adalah kantor saya baru kedatangan satu mesin Bending Trumpf dengan daya tekan 1300kN (kilo newton) dengan berat lebih dari 3 ton! Pemandangan yang luar biasa bagi saya yang tiap hari kerja di balik meja komputer.

Mesin Bending, ini mampu membengkokkan besi dengan panjang 3m lebih dengan ketebalan lebih dari 20mm. Tentu saja dengan kemampuan press setara ketiban benda 500ton ini memiliki kekuatan yang bisa menggepengkan manusia menjadi rata. Mesin ini menjadi senjata tambahan perusahaan kami, disamping 3 mesin bending raksasa lainnya, 1 mesin laser cutting, 1 mesin punching, dan 1 mesin flattening (yg notabene hanya ada 2 di indonesia).

Untuk mengangkut mesin Bending segede gajah ini, butuh satu traktor pengangkut dan satu forklift super jumbo. Dan tentu saja diangkut dengan hati-hati. Sayangnya, forklift jumbo ini menggunakan tenaga diesel yang membuat pabrik kita bau asap semua! Kayaknya habis ini, semua karyawan di Plan mesti cek paru-paru gara-gara menghirup asap diesel yang baunya lebih sadis dari bau toilet (bagi saya)...

Hari ini belum ada instalasi mesin baru, mungkin hari-hari berikutnya akan diinstallasikan. Semoga mesin ini sangat membantu industri sheet metal kita yang kian memadat, terutama untuk industri Kiosk.

Reading Bible Again

Sudah lama aku tidak membaca Alkitab lagi. Mungkin bisa dihitung dengan jari, berapa bulan sudah aku lupakan. Hanya tergeletak di atas lemari, dan terganti dengan renungan harian yang tipis. Sampai hari ini, entah kenapa kala hatiku serasa ditimpuk masalah, aku pasti ingat Tuhan dan berbagai cara untuk bisa berbaikan lagi denganNya.

Dan aku sadar, apa yang telah aku perbuat pada Allah, itupula yang aku rasakan dalam hubunganku dengan sesama, orang-orang yang aku kasihi. Ya dan aku kembali berusaha mendekatkan hatiku padaNya, karena aku tak ingin diperlakukan seolah aku memperlakukan Allahku sendiri.

Kupandang Alkitabku, aku ingin kembali ingat wajah Tuhan. Tuhan Yesus, yang seingatku dulu aku sangat dekat denganNya. Rindu sekali aku ingin berjumpa, bisa bertemu muka dengan muka, wajah Tuhanku yang membawa damai dan ketenangan. Ya, aku membuka lembar Alkitabku, ingin kembali menemukan sosok dan figur Tuhanku, dalam catatan-catatan orang-orang yang menyaksikannya.

Aku membaca kitab Markus, dari awal. Mungkin aku sedikit kurang konsentrasi, kurasakan pikiranku melayang. Dan dari dalam hatiku kuat berkata, “carilah kitab tentang pasangan yang di tolong Tuhan dalam pernikahannya”. Aku mundur ke deuterokanonika, kitab yang amat sangat jarang aku dengar. Dan terhenti aku di kitab Tobit. Pernah dengar, tapi aku tak tahu cerita lengkapnya.

Saat aku membaca kitab ini, aku merasa bukan seperti membaca sebuah kitab nasihat-nasihat yang panjang. Di kepalaku justru tampak seperti sebuah cerita film yang amat sangat bagus. Mungkin aku tak dapat menceritakan detailnya di sini, namun satu hal yang aku sampaikan. Kitab Tobit ini sangat menyentuh hatiku, dari kesaksian keluarga Tobit, juga sikap istrinya yang sangat pesimis, anaknya, Tobia yang sangat taat pada ayahnya, calon istrinya yang dihinggapi setan, Sara, bersama keluarganya. Mereka bersaksi akan perbuatan Allah yang terjadi melalui pertolongan malaikat Rafael.

Bagiku, kesaksian Tobit yang dicatat ini adalah kekuatan bagi aku menjalani cobaan hidup. Baru sedikit permasalahan yg terjadi, kadang aku uda berpikir, lebih baik aku mati saja. Kalau memang Tuhan tak berkenan padaku, lebih baik ambil saja aku dari dunia… Ternyata hal yang sama dialami Tobit, dan Sara. Dan melalui alur yang sangat menarik, Tuhan merancangkan keselamatan dan mendengarkan doa mereka, karena mereka orang benar.

Tertegur aku, bahwa aku sering berdoa, mengharap doaku dikabulkan, tapi aku lupa untuk hidup benar. Hidupku tak benar, mau menuntut Tuhan. Layakkah aku? Aku bercermin dari sikap hidup Tobit. Aku salut! Sangat dermawan, berbelas kasih, tanpa pandang bulu, walau resikonya nyawanya sendiri. Tapi justru karena itu Tuhan menyediakan jalan terbaik, bagi Tobit sehingga seumur hidupnya Tobit tidak lupa akan Allah.

Ya, aku menyadari, kadang Tuhan memakai berbagai masalah, hal buruk terjadi dalam hidupku, aku sudah mengeluh bahkan mencaci-maki Tuhan. Namun kala kulihat ke belakang, sungguh, di berbagai peristiwa dan masalah, aku melihat perbuatan Tuhan dan pertolonganNya sungguh luar biasa membentuk aku hingga dewasa ini. Sesungguhnya Allah menyediakan jalan keluar dari setiap masalahku, asalkan jalanku benar di hadapan Allah.

Jujur, aku kagum dengan sikap hidup Tobit dan Tobia. Bagi aku, kisah ini tidak dibuat-buat dan berdasarkan realita sikap-sikap hidup aku sehari-hari. Aku berharap aku bisa seperti Tobit dan Tobia, yang takut akan Tuhan, hidup dengan jalanNya yang lurus dalam iman. Aku ingin lihat alur cerita yg Tuhan buat untuk aku dan keluargaku, serta orang-orang yg aku cintai. Karena dari awal hidupku, aku percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah. Dan itu akan terjadi, jika kita taat dan setia pada kebenaran Tuhan. Itu saja…

Dan satu hal, aku ingat dalam kisah Tobit, bagaimana mereka mengekspresikan rasa syukur mereka, mereka melantunkan pujian bagi Tuhan yang amat sangat indah. Dan itu aku rasa memang sungguh-sungguh keluar dari hati mereka yang terdalam, karena mereka melihat dengan nyata perbuatan Allah yang ajaib…

Friday, November 09, 2007

Susahnya setting Thermal Printing

Barang baru, bukan berarti barang bisa dipakai. Barusan saya membeli Thermal Printing untuk printing barcode, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bermodal buku spesifikasi yang isinya bahasa teknisi semua, gw sebagai end user pusing membacanya. Mana teknisi nya (yg notabene orang jepang) pun cukup sibuk untuk dihubungi...

Untungnya atasan saya, cukup mengerti hal berbau teknis. Akhirnya saya terbantu untuk umek-umek printer ini mulai dari settingan jumper, sampai ke driver setting.

Gilanya, printer yang kita pakai memiliki output type serial. Sedangkan komputer yang kita pakai inputnya semua USB. Tambahan lagi kita tidak bisa cek, apakah koneksi serial ke serialnya jalan atau tidak...orang jakarte bilang: CAPE DEH.....

Mepet! Waktunya sudah mepet. Saya bukan orang yang senang lembur! tapi demi reputasi dan kompetensi kerja, terpaksa besok sabtu saya masuk kerja! Semoga besok ada harapan cerah untuk printer...Sukses!

Berpuasa

Kalau orang berpuasa 40 hari 40 malam. Saya memulai puasa saya dari sebulan lalu, membawa satu ujud bersama pasangan saya, sampai waktu kita dipersatukan Yang Kuasa di AltarNya. Berpuasa dari pukul 18.00 hingga 12.00 hari berikutnya.

Namanya juga puasa, ternyata urusannya bukan saja soal perut. Memang sih perut cukup nakal untuk menahan gairahnya, tapi terlebih di mental. Bagaimana selagi memang kita menahan nafsu makan, saat lapar, terkadang kita gampang emosi, keluar kata-kata yang sedikit kasar. Bagiku itu yang sangat sulit di "puasa" kan.

Belum lagi tekanan terhadap permintaan tubuh akan kalori, badan sedikit lemas, jadi harus memompa tenaga lebih untuk bisa menyetarakan semangat seimbang seperti seolah-olah tidak puasa. Berat...

Tapi perlahan, saya merasakan ada hikmah yang didapat daripuasa ini. Memang selain menahan lapar, yang terutama adalah menahan nafsu kedagingan secara keseluruhan. Ibaratnya, jadi lebih bisa mengendalikan diri terhadap keinginan-keinginan semata.

Atasan saya, Plan Manager saya bilang, Puasa itu dampaknya secara biologis bisa dijelaskan. Dengan puasa, kadar gula darah mungkin berkurang, dan bisa menurunkan tingkat emosi, sehingga lebih mengendalikan diri. Selain itu, untuk menetralisir darah-darah kotor.

Ah..penjelasan detilnya saya sudah lupa. maklum ingatan masih di training supaya lebih bisa ingat...intinya, dari segi fisik, biologis, mental dan spiritual, puasa sangat powerful. Semoga masih bisa bertahan di masa-masa puasa ini...tidak hanya demi langsing, tapi juga demi intensi yang tercapai.

Aurallion? Benda apa itu? mungkin banyak yang bingung…dan pasti bingung apa itu Aurallion. Apalagi jika anda cari di kamus manapun, saya rasa tidak ada artinya. Bahkan cari di google pun, pasti anda akan bertemu dengan hal-hal yang berhubungan dengan saya.

Sebenarnya ceritanya sangat panjang…

Sejak zaman SD, saya paling senang mengarang cerita. Tidak hanya ceritanya saja, bahkan nama karakter-karakter di dalamnya, saya buat dengan sangat perhitungan, dan sangat dipikir.

Setelah menginjak bangku SMP, gereja saya mewajibkan saya mengikuti sebuah tahapan kerohanian (sakramen) yang akhirnya membuat nama saya bertambah panjang. Seo

rang pastor memberi saya nama yang bagus, berangkat dari nama saya. Stefanus. Dia mengumpamakan dari kata Stefan menjadi Stefan Aurell. Dan kemudian tertulislah di “surat sakramen penguatan iman” saya, sebuah nama yang saya sangat suka: Stefanus Aurelius. Yang secara beken saya singkat Stefan Aurell.

Belum berhenti sampai di situ, nama Aurell selalu saya pakai dimana-mana, termasuk cerita-cerita saya. Mulai dari Aurelio, Auralic, sampai saya memberi nama satu kota im

pian saya, Aurallion. Jujur nama itu keluar dari mulut hanya berdasarkan lafal yang enak didengar. Kalau anda tanya arti, jangan harap saya bisa jawab.

Namun nama akan punya arti kalau kita sendiri yang memberi arti. Bagi saya, Aurallion adalah sebuah nama impian, perwujudan dari harapan dan iman saya. Maka saya pakai dalam perusahaan yang saya buat sendiri, yaitu Aurallion Studio, yang bergerak di bidang pembuatan Website dan Musik Aransemen.

Sampai blog ini di buat, saya menyempurnakan artinya menjadi:

Aurallion: Dream of the living faith.

Bisa diartikan dari sebuah Aura yang membawa kita maju melangkah menggapai impian di dalam iman dan harapan kita.

Saya yakin, bukan hanya saya. Anda pun pasti ingin menggapain impian dan cita-cita anda. Karena itu kita harus punya visi, iman, pengharapan, usaha, kerja keras, kegigihan, keuletan, ketulusan dilandasi dalam cinta kasih. Bagi saya itu visi hidup.

Setelah sekian lama bermimpi memiliki blog, hei akhirnya blog ini muncul di website saya yang sudah 5 tahun tidak ada isinya. Maklum saja jika selama ini saya bingung mengisi website aurallion.com ini karena saya orangnya terlalu perfectionist atau lebih tepat bisa dibilang kurang kreatif mencari content.

Bagaimana tidak, dengan kapasitas hosting yang terbatas, di kepala saya ada puluhan keinginan untuk mengisi website ini. Namun karena tidak tersampaikan semua, muncullah sesosok setan yang bernama MALAS! sehingga terbengkalai lah website ini.

Namun ada saja jalan yang tersedia. Melihat website-website lain muncul semakin banyak, tibullah ide sederhana, yang dipangkas dari ide-ide yang telah pernah ada, untuk menuliskan apa saja yang ada di pikiran saya, dituangkan dalam sebuah tulisan. Karena tidak punya uang cukup untuk menerbitkan buku, belum lagi jika ditolak karena isi kurang berbobot, alhasil saya tekadkan bulat saya untuk membuat blog!

Dengan berbagai upaya yang bisa dibilang legal, maka saya mengucapkan, selamat datang di blog Aurallion :)

Ow, sebelum lupa, bagi yang baru mengikuti blog ini, mulailah membaca dari postingan yang lama terlebih dahulu, yaitu dari paling bawa hingga ke atas, dari halaman terakhir menuju ke halaman paling awal. Kalau tidak, nanti pasti bingung :)

Tapi untuk Stories, saya sengaja mengurutkannya dari paling awal / depan hingga paling akhir. Terbalik dengan blog. Kalau bingung hubungi yang berwajib :)

Welcome to my writtings

Welcome to my first writtings. I will write this in Indonesian, so mesti bisa bahasa Indonesia. Berbagai kisah-kisah akan saya tulis di sini. Selebihnya, untuk berbagai hal yang bersifat artikel akan saya tampilkan di http://aurallion.wordpress.com.

Silakan datang dan silakan memberi comment.

Monday, October 24, 2005

Hari berganti hari, entah tambah ringan atau tambah berat, hidupku seperti kertas kosong tanpa alur cerita. Jangankan menggambar setarik garis, menitikan setitik tinta pun terasa berat. Entah kenapa, walaupun banyak hal yang akupunya, semua terasa hampa kalau ku kehilangan sesuatu yg paling berharga di hatiku...yaitu cinta...